Memasuki pekan keempat Maret, intensitas cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur dilaporkan mulai mereda. Meski Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda mencabut status “Siaga” dan “Awas” pada Selasa (24/3/2026), ancaman cuaca fluktuatif belum sepenuhnya usai.
Dalam rilis peringatan dini cuaca yang dipublikasikan pukul 08.26 WIB, BMKG memberikan atensi khusus pada potensi hujan disertai petir yang justru mengintai kawasan metropolitan. Warga di Kota Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik diminta ekstra hati-hati jika beraktivitas di luar ruangan pada siang hingga sore hari.
Selain ancaman kilatan petir, sebanyak 10 kabupaten/kota di jalur Tapal Kuda hingga wilayah barat Jatim masih bertahan di level kuning atau berstatus “Waspada” terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Pada Malam Hari
Peringatan dini ini menunjukkan nilai akumulasi harian paling tinggi dalam satu wilayah. BMKG mengimbau warga untuk menghindari berteduh di bawah pohon rindang saat terjadi hujan petir.
Secara lengkap, peringatan dini hujan disertai petir berpotensi melanda Gresik, Kediri, Kota Surabaya, Nganjuk, Pasuruan, Sidoarjo, Magetan, dan Ngawi.
Adapun daerah yang berstatus waspada hujan sedang-lebat meliputi Banyuwangi, Bondowoso, Gresik, Kediri, Lumajang, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Magetan, dan Ngawi.
Sementara itu, untuk level ancaman yang lebih tinggi seperti status siaga hujan sangat lebat, status awas hujan ekstrem, serta potensi angin kencang terpantau nihil pada hari ini.(***)

