JAKARTA, – Ikatan Pilot Indonesia (IPI) mendesak Prabowo Subianto untuk menjamin keamanan penerbangan di wilayah rawan konflik, menyusul insiden penembakan pesawat sipil di Papua Selatan yang menewaskan dua awak.
Insiden tersebut terjadi saat pesawat milik Smart Air melayani rute Tanah Merah–Korowai Batu dan ditembaki ketika hendak mendarat di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel. Dua kru dilaporkan meninggal dunia akibat serangan tersebut.
Ketua IPI, Capt. Muammar Reza Nugraha, menyatakan negara memiliki kewajiban untuk melindungi pilot serta seluruh awak penerbangan dalam menjalankan tugasnya. Ia menegaskan bahwa bandara merupakan objek vital nasional yang harus mendapatkan pengamanan maksimal.
“Keselamatan penerbangan tidak bisa ditawar. Negara wajib hadir menjamin keamanan seluruh awak dan penumpang,” ujarnya dalam keterangan pers.
IPI juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan (security) dan keselamatan (safety) penerbangan di wilayah berisiko tinggi, termasuk opsi penyesuaian operasional apabila kondisi dinilai belum sepenuhnya kondusif.
Penguatan sistem keamanan penerbangan di daerah rawan dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan operasional penerbangan nasional.

