Surabaya, memo- news.com. 14 April 2026 – Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan (FTIK) Universitas Hang Tuah menggelar Rapat Terbuka Senat dalam rangka Yudisium ke-67 pada Selasa (14/4/2026). Acara yang berlangsung di Gedung Pulau Selaru Lantai 1 ini menjadi momen penting dalam menetapkan kelulusan mahasiswa jenjang sarjana dan magister secara resmi dan khidmat.

Kegiatan dibuka oleh Dekan FTIK, Prof. Dr. Nurul Rosana, S.Pi., M.T., CISHR. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi para mahasiswa selama menempuh pendidikan. Ia menegaskan bahwa yudisium merupakan tonggak awal bagi para lulusan untuk mengabdikan ilmu dan kompetensinya di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung kemajuan sektor teknik dan kemaritiman.
Pembacaan Surat Keputusan Dekan tentang Kelulusan disampaikan oleh Wakil Dekan I FTIK, Erik Sugianto, S.T., M.T., Ph.D. Prosesi tersebut menandai pengukuhan resmi para lulusan, yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Surat Keputusan kelulusan kepada peserta yudisium dalam suasana penuh kebanggaan dan haru.
Pada Yudisium ke-67 ini, FTIK Universitas Hang Tuah mengukuhkan sebanyak 69 lulusan yang terdiri atas 51 lulusan Program Sarjana (S1) dan 18 lulusan Program Magister (S2). Lulusan S1 meliputi 30 mahasiswa jalur reguler dan 21 mahasiswa melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), sementara seluruh lulusan S2 berasal dari jalur RPL. Capaian ini mencerminkan komitmen fakultas dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Selain pengukuhan lulusan, FTIK juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi. Pascalis Umbu Hermanus Baon, S.T. meraih predikat lulusan dengan IPK terbaik Program Studi Teknik Perkapalan dengan IPK 3,73. Abd. Majid Saputra, S.T. menjadi lulusan terbaik Program Studi Teknik Sistem Perkapalan dengan IPK 3,69, sedangkan Marcy Valerie Anggraini, S.Si. meraih predikat terbaik dari Program Studi Oseanografi dengan IPK 3,61. Penghargaan lainnya diberikan kepada Lukito Sejati Mutaram, S.T. sebagai peraih skor EPT tertinggi sebesar 577, serta Muhammad Ridwan Effendy, S.T. yang memperoleh nilai KPKM tertinggi dengan capaian 168 poin.
Acara berlangsung tertib dan penuh khidmat, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, dan para lulusan. Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus penanda berakhirnya perjalanan akademik para mahasiswa di bangku perkuliahan.
Melalui Yudisium ke-67 ini, FTIK Universitas Hang Tuah kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa, khususnya di bidang teknik dan ilmu kelautan.(aji)
