
Pemerintah Kabupaten Bangkalan menggelar Safari Ramadan 1447 H yang dirangkai dengan tasyakuran dan refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Lukman Hakim dan Wakil Bupati Bangkalan Fauzan Jakfar di Pendopo Agung Kabupaten Bangkalan, Senin (23/2).
Kegiatan tersebut diawali dengan pemberian santunan kepada sejumlah anak yatim dan dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, tokoh masyarakat, ulama, LSM, serta insan media.
Dalam sambutannya, Bupati Lukman yang didampingi Wakilnya Fauzan Jakfar dan beberapa pejabat lainnya, serta ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bangkalan periode 2022-2027 yaitu KH. Muhammad Makki Nasir secara terbuka mengakui bahwa selama satu tahun masa kepemimpinannya masih terdapat sejumlah program yang belum terealisasi secara maksimal.
“Selama setahun ini memang ada beberapa program yang belum terealisasi. Ini menjadi bahan evaluasi kami agar ke depan bisa memberikan pelayanan terbaik demi kemajuan Bangkalan seutuhnya,” ujar Lukman.
Menurutnya, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama dalam mendorong percepatan program prioritas. Menurutnya, sebagian besar program yang dijalankan selama setahun terakhir merupakan kelanjutan dari program sebelumnya dengan penyesuaian kemampuan fiskal daerah.
“Realisasi program tetap kami jalankan sesuai porsi anggaran yang tersedia,” jelasnya.
Lukman menyebut capaian pembangunan infrastruktur di tingkat kabupaten saat ini berada pada kisaran 60 hingga 70 persen. Namun, ia memastikan bahwa mulai 2027 mendatang pembangunan akan diperluas hingga ke tingkat kecamatan dan pedesaan.
Menurutnya, pemerataan pembangunan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah pinggiran.
Dikatakan, sektor pelayanan publik, Pemkab Bangkalan menaruh perhatian besar pada administrasi kependudukan. Melalui sistem jemput bola, layanan perekaman dan administrasi kependudukan kini telah menjangkau tingkat kecamatan, meski diakui belum sepenuhnya optimal.
“Tahun 2026 kami targetkan pelayanan administrasi kependudukan terealisasi 90 persen di seluruh kecamatan. Masyarakat tidak perlu lagi ke mall pelayanan untuk pengurusan adminduk. Ini harus masif,” tegasnya.
Langkah tersebut diharapkan memangkas birokrasi dan mempercepat pelayanan bagi warga desa.
Di bidang kesehatan, Lukman menegaskan pelayanan kesehatan merupakan kewajiban mutlak pemerintah daerah. Ia menyebut program UHC yang dijalankan Pemkab Bangkalan selama ini menjadi salah satu bentuk komitmen tersebut.
Selain itu, pada 2025 pemerintah daerah telah merealisasikan pembangunan rumah sakit dengan kapasitas lebih besar guna menampung pasien rawat inap dalam jumlah lebih banyak.
Tak berhenti di situ, Pemkab menargetkan pembangunan rumah sakit di tingkat kecamatan pada 2026 agar akses layanan kesehatan semakin dekat dan terjangkau.
“Jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit di kota. Pelayanan dapat cepat dan mudah diakses,” pungkasnya.
Dalam momen refleksi tersebut, Bupati Lukman juga meminta dukungan semua pihak termasuk para ulama, tokoh masyarakat, LSM, dan insan pers agar turut memberikan masukan serta motivasi demi menguatkan jalannya pemerintahan.
Acara dilengkapi dengan sesi tanya jawab serta diskusi bersama sebagai bagian dari upaya keterbukaan dan evaluasi publik terhadap kinerja kepemimpinan Lukman – Fauzan dalam membangun Bangkalan secara umum.

