Surabaya, – memo- news.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinas Pendidikan menggelar Ajang Talenta Prestasi Murid Jawa Timur 2026, yang dibuka oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Airlangga Convention Center, Sabtu (4/4/2026).
Sekitar 1.000 siswa dari berbagai jenjang pendidikan—SD, SMP, SMA, hingga SLB, ikut serta dalam ajang yang mencakup bidang olahraga, seni, sains, inovasi, dan vokasi. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai wadah penghimpunan talenta unggul daerah.
Pada acara tersebut juga diluncurkan bantuan rumah bagi tenaga pendidik, serta Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Gubernur Khofifah berharap ajang ini mampu melahirkan talenta-talenta unggul yang dapat berkiprah di tingkat nasional maupun internasional.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memberikan dukungan agar pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan lancar.
Dalam rangkaian acara tersebut, Pemprov Jatim juga menyalurkan berbagai bantuan pendidikan, di antaranya kepada tenaga pendidik, 40 murid berprestasi jenjang SMA/SMK Negeri, SLB, dan Madrasah. Bantuan juga diberikan untuk perbaikan sekolah rusak di SMKN 1 Ampel Gading, Malang.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan prestasi siswa.
Ia menyampaikan pesan Gubernur Jawa Timur agar capaian para murid tidak terputus, sehingga ajang ini menjadi wadah untuk menghimpun sekaligus mengapresiasi prestasi mereka.
Untuk tahun 2026, Aries optimistis bahwa Jawa Timur mampu menyapu bersih seluruh ajang prestasi nasional. “Insyaallah, tahun ini kami menargetkan tujuh ajang prestasi dapat diraih semuanya oleh Jawa Timur,” tegasnya.
Terkait kesiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026. Berdasarkan data Dinas Pendidikan, jumlah lulusan SMP/sederajat di Jawa Timur mencapai 618.479 siswa.
Sementara itu, daya tampung sekolah negeri hanya sekitar 244.621 siswa, yang terdiri dari 121.538 kursi di SMA dan 123.083 kursi di SMK. Kondisi ini membuat tidak semua lulusan dapat tertampung di sekolah negeri.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya mendorong partisipasi sekolah swasta serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemberian beasiswa bagi siswa dari keluarga prasejahtera. Pada tahun sebelumnya, sekitar 60,45 persen siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri dapat melanjutkan pendidikan melalui skema tersebut.
“Kami terus melakukan sosialisasi secara masif agar masyarakat memahami mekanisme SPMB. Tahun ini, sosialisasi dilakukan di lima wilayah sebagai upaya memastikan proses berjalan transparan dan akuntabel,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyebut bahwa manajemen talenta murid yang dijalankan Pemprov Jatim telah terbukti mampu melahirkan perwakilan daerah yang tangguh dan siap bersaing di tingkat lebih tinggi.
Ia menambahkan, bahwa keberhasilan pengelolaan bakat sangat bergantung pada komitmen pemerintah daerah. Tanpa dukungan tersebut, program pengembangan siswa hanya akan berakhir sebagai sebuah dokumen kebijakan di atas kertas.
“Manajemen talenta murid ini apabila tidak didukung penuh oleh daerah, maka manajemen talenta murid ini tentu saja akan hanya menjadi suatu kebijakan,” pungkasnya.(Arifin/Kominfo)
