
Jakarta, – Sebanyak 213 Taruna Akademi Angkatan Udara (AAU) dan 30 siswa program Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) TNI mengikuti Pendidikan Para Dasar (Paradasar) TNI Angkatan Udara (TNI AU) Angkatan ke-209 Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Wing Pendidikan (Wingdik) 800/Pasgat.
Melalui Pendidikan Para Dasar, para taruna AAU dan siswa PSDP TNI dididik menjadi prajurit matra udara yang tangguh serta berani, karena pendidikan ini menuntut kesiapan fisik dan mental, serta kepatuhan tinggi terhadap setiap prosedur yang telah ditetapkan.
Selain itu, pendidikan yang sama juga menjadi fase awal pembentukan calon kru udara (air crew) TNI Angkatan Udara. Pada tahap ini, peserta dibekali dengan kemampuan dasar terjun payung melalui pembinaan fisik, latihan darat, simulasi, hingga pelaksanaan penerjunan.
Pendidikan Para Dasar A-209 dibuka secara resmi oleh Kabid Opsdik Pusdik Kodiklatau Kolonel Pnb Budi Ramelan, mewakili Komandan Pusat Pendidikan (Danpusdik) Kodiklatau, di Wingdik 800/Pasgat, Lanud Sulaiman, Bandung, Kamis (12/2).

“Kekuatan seorang prajurit tidak hanya diukur dari fisik yang kuat, tetapi dari mental yang kokoh, disiplin yang teguh, serta sikap pantang menyerah,” ungkap Komandan Pusdik Kodiklatau dalam sambutan tertulisnya, dikutip dari unggahan Instagram @kodiklatau_info, Senin (16/2).
Baca Juga: Mengenal TDAS yang Ditinjau Pangkohanudnas, Bisa Hubungkan Data Radar ke Satuan Penembak
Para peserta pendidikan diharapkan dapat memprioritaskan faktor keselamatan agar setiap tahapan dapat berjalan dengan aman, serta memperhatikan setiap materi yang diberikan instruktur dengan baik.
“Tidak ada ruang untuk ceroboh, tidak ada ruang untuk menyombongkan diri, dan tidak ada ruang untuk mengabaikan prosedur. Keselamatan dan ketaatan adalah yang utama,” pungkas Danpusdik Kodiklatau. (yas)

