
TNI AL membawa kabar gembira bagi para prajurit. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memastikan pembangunan rumah susun (rusun) di Surabaya mulai berjalan tahun ini.
Kesepakatan ini muncul setelah Ali menemui Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Kedua tokoh tersebut membahas rencana strategis ini di kantor Kementerian PKP, Jakarta, Jumat (20/2).
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul mengonfirmasi kabar baik tersebut. Ia menjelaskan alasan TNI AL memilih Surabaya sebagai lokasi prioritas pembangunan.
“Kami merencanakan lokasi di wilayah dekat Kota Surabaya, Jawa Timur. Kota ini menjadi pilihan karena merupakan pangkalan terbesar TNI AL di Indonesia dan memiliki banyak satuan operasional,” ungkap Tunggul
Gedung 4 Lantai Tampung 250 Personel
Tunggul lantas membeberkan spesifikasi hunian vertikal tersebut secara rinci. Pihaknya merancang bangunan yang efisien namun tetap nyaman bagi prajurit aktif.
“Kami akan merealisasikan hunian berupa bangunan setinggi 3 sampai 4 lantai. Gedung ini nantinya mampu menampung sekitar 200 hingga 250 personel,” paparnya.
Terkait waktu pengerjaan, Tunggul memastikan TNI AL bergerak cepat. Ia menyebut proses eksekusi lapangan tidak akan menunggu waktu lama.
“TNI AL memulai rencana pembangunan pada tahun ini juga. Tim survei akan segera turun ke lapangan dalam waktu dekat untuk memfinalisasi lokasi dan desain bangunan,” kata Tunggul.
Solusi Lahan Sempit
Sebelumnya, Ali menegaskan keseriusan TNI AL dalam meningkatkan kesejahteraan prajurit. Pembangunan hunian vertikal ini menjadi solusi jitu untuk menyiasati keterbatasan lahan perumahan di wilayah perkotaan padat.
Kolaborasi ini diharapkan mempercepat penyediaan hunian layak. Dengan begitu, prajurit matra laut dapat fokus menjaga kedaulatan perairan Indonesia tanpa perlu memusingkan masalah tempat tinggal. (at)

