Fenomena lupa membalas pesan di WhatsApp kian marak terjadi di tengah kesibukan masyarakat modern. Tak sedikit orang yang sudah membaca pesan, namun justru lupa memberikan balasan.
Berdasarkan berbagai sumber, setidaknya ada enam penyebab utama kebiasaan tersebut.
Pertama, terlalu banyak notifikasi yang masuk setiap hari. Pesan dari grup, pekerjaan, hingga promosi membuat seseorang kewalahan dan sulit memprioritaskan balasan.
Kedua, kebiasaan multitasking. Saat membuka pesan di sela aktivitas lain, otak sering menganggap tugas sudah selesai meski belum dibalas.
Ketiga, menunda untuk membalas. Banyak orang memilih menjawab nanti saat “lebih senggang”, namun akhirnya benar-benar lupa.
Keempat, isi pesan dianggap tidak mendesak. Pesan yang dinilai tidak penting cenderung diabaikan hingga terlewat.
Kelima, kelelahan mental atau burnout. Kondisi ini membuat seseorang enggan merespons komunikasi, termasuk pesan singkat.
Keenam, distraksi digital. Setelah membuka pesan, perhatian mudah teralihkan ke aplikasi lain seperti media sosial.
Kebiasaan ini kerap menimbulkan dampak dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kesalahpahaman hingga terganggunya komunikasi kerja. Pengirim pesan bisa merasa diabaikan, padahal penerima hanya lupa atau belum sempat membalas.
Untuk mengatasinya, pengguna disarankan memanfaatkan fitur seperti tandai pesan belum dibaca, membatasi notifikasi, serta membiasakan memberi respons cepat meski singkat.
Di era komunikasi digital yang serba cepat, respons sederhana bisa menjadi kunci menjaga hubungan tetap berjalan dengan baik.(hsd/bung jon)

