Medan – Memo-news.com– TNI Angkatan Darat mulai menerapkan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) hasil olahan limbah plastik untuk mendukung operasional kendaraan dinas di lingkungan Kodam I/Bukit Barisan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung pengelolaan sampah sekaligus pengembangan energi alternatif yang ramah lingkungan.
Program tersebut ditinjau langsung oleh Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa saat melaksanakan kunjungan kerja ke Bengkel Peralatan Daerah (Bengrah) Paldam I/BB di Jalan Gaperta, Medan, Sumatera Utara. Dalam kesempatan itu, Pangdam melihat berbagai fasilitas pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar yang digunakan untuk kendaraan bermotor.
Fasilitas yang tersedia meliputi alat incinerator, destilator, hingga sistem konversi sampah plastik menjadi BBM dengan karakteristik menyerupai premium. Hasil pengolahan tersebut nantinya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan operasional kendaraan dinas TNI AD.
Inovasi ini dinilai tidak hanya mampu membantu mengurangi volume sampah plastik, tetapi juga mendukung efisiensi penggunaan energi di lingkungan militer. Selain itu, program tersebut menjadi bentuk kontribusi TNI AD dalam mendukung pengembangan energi alternatif nasional.
Berdasarkan hasil uji oktan yang dilakukan, BBM hasil olahan limbah plastik memiliki kadar minyak mencapai 98 persen. Angka tersebut menunjukkan kualitas bahan bakar yang cukup baik untuk digunakan pada kendaraan maupun peralatan satuan yang membutuhkan bahan bakar minyak.
Teknologi yang digunakan terdiri dari dua jenis incinerator, yakni incinerator mobile dan incinerator rumah tangga. Incinerator mobile dirancang menggunakan rangka baja beroda sehingga mudah dipindahkan ke berbagai lokasi, sedangkan incinerator rumah tangga dibuat lebih sederhana dan aman digunakan di lingkungan permukiman dengan sistem sirkulasi udara serta saluran asap yang terarah.
Program pengolahan sampah menjadi energi alternatif ini sejalan dengan komitmen TNI AD dalam mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebelumnya menegaskan pentingnya pengembangan sistem pengelolaan sampah yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus menghasilkan nilai ekonomi dan energi.
TNI AD juga terus menjalin koordinasi dengan berbagai kementerian dan pemerintah daerah untuk mempercepat implementasi pengelolaan sampah nasional. Salah satu teknologi yang didorong adalah sistem pirolisis yang mampu mengolah sampah menjadi energi tanpa menghasilkan emisi terbuka yang berlebihan.
Melalui inovasi tersebut, TNI AD berharap pengelolaan limbah plastik tidak hanya menjadi solusi dalam mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga mampu mendukung ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sumber energi alternatif yang berkelanjutan.(miskawi))
