Surabaya, 23 Juni 2026 – memonews.com– Universitas Hang Tuah (UHT) turut berpartisipasi dalam Forum Rektor se-Surabaya yang diselenggarakan di Universitas Airlangga, Selasa (23/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, Kepala Biro Kemahasiswaan, Kemaritiman, dan Alumni (BKKA) Universitas Hang Tuah, Budi Priyono, S.Sos., M.M., hadir mewakili Rektor UHT.
Forum yang menghadirkan Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND) Republik Indonesia, Dr. Rachmita Maun Harahap, ini mengangkat tema “Penguatan Pendidikan Tinggi Inklusif dan Layanan Disabilitas di Perguruan Tinggi.” Kegiatan diikuti oleh para pimpinan perguruan tinggi di Surabaya sebagai wadah diskusi dan berbagi pengalaman dalam mewujudkan kampus yang inklusif, aksesibel, dan ramah bagi mahasiswa penyandang disabilitas.

Dalam paparannya, Dr. Rachmita Maun Harahap menjelaskan peran Komisi Nasional Disabilitas sebagai lembaga independen yang bertugas melakukan pemantauan, evaluasi, advokasi, serta kerja sama dalam rangka penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas. Ia juga menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi seluruh mahasiswa tanpa diskriminasi.
Narasumber menyampaikan bahwa jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai sekitar 17,8 juta jiwa dengan berbagai ragam disabilitas, baik fisik, sensorik, intelektual, mental, maupun disabilitas ganda. Oleh karena itu, perguruan tinggi diharapkan mampu menyediakan layanan yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas melalui penyediaan akomodasi yang layak dan sistem pembelajaran yang inklusif.
Forum juga membahas berbagai regulasi yang menjadi dasar penyelenggaraan pendidikan tinggi inklusif, antara lain Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2020 tentang Akomodasi yang Layak, serta berbagai kebijakan kementerian terkait pendidikan tinggi inklusif.
Salah satu poin penting yang menjadi perhatian dalam forum tersebut adalah pembentukan dan penguatan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di perguruan tinggi. ULD berfungsi memberikan layanan, pendampingan, identifikasi kebutuhan mahasiswa disabilitas, penyediaan teknologi asistif, hingga konsultasi bagi dosen dan tenaga kependidikan dalam mendukung proses pembelajaran yang inklusif.
Selain itu, pemerintah melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan terus mendorong penguatan pendidikan tinggi inklusif melalui berbagai program, seperti sosialisasi pendidikan inklusif, pelatihan dosen dan relawan, penyusunan panduan layanan mahasiswa disabilitas, serta bantuan pembentukan dan penguatan Unit Layanan Disabilitas.
Kepala BKKA UHT, Budi Priyono, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa keikutsertaan Universitas Hang Tuah dalam forum ini memberikan wawasan yang sangat bermanfaat dalam mendukung pengembangan layanan kemahasiswaan yang lebih inklusif.
“Materi yang disampaikan memberikan gambaran yang komprehensif mengenai pentingnya pendidikan tinggi yang inklusif. Hasil forum ini akan menjadi bahan masukan bagi Universitas Hang Tuah dalam mengembangkan layanan yang lebih ramah dan aksesibel bagi mahasiswa penyandang disabilitas,” ujarnya.
Melalui partisipasi dalam Forum Rektor se-Surabaya ini, Universitas Hang Tuah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang setara, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh mahasiswa sebagai bagian dari upaya mewujudkan kampus yang unggul dan berdaya saing global.
