Sidoarjo – memonews.com -Dosen Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hang Tuah (UHT) mendampingi revitalisasi tata kelola BUMDes Sumber Anugerah, Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo.
Pendampingan tersebut dilakukan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) pada 1 Juli 2026 lalu. Program ini mengusung tema “Revitalisasi Tata Kelola Kelembagaan Menuju Badan Usaha Milik Desa Profesional: BUMDes Sumber Anugerah Gisik Cemandi”.
Kegiatan di bawah skema Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) dengan fokus Ekonomi Biru itu melibatkan pengurus BUMDes, perangkat desa, dan tokoh masyarakat.
Tim pengabdian dipimpin Prof. Dr. Agus Subianto, M.Si., bersama Prof. Dr. Siswo H. Sumantri, M.MT. dan Dr. Sulistyanto, S.E., M.M., M.Sc., PSC. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Ichwakul Nur Icklasul Amal sebagai fasilitator workshop, pengumpul data lapangan, sekaligus asisten teknis.
Prof. Agus mengungkapkan, persoalan BUMDes Sumber Anugerah bukan semata soal modal. Justru kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola kelembagaan menjadi tantangan utama yang perlu dibenahi.
“Modal usaha dari Dana Desa sebenarnya masih tersedia. Tantangan terbesarnya justru ada pada kapasitas pengelolaan dan kelembagaan. Karena itu, revitalisasi kami fokuskan pada penguatan kapasitas pengelola, bukan semata-mata menambah suntikan dana,” ujar Prof. Agus.
Dari hasil pemetaan, BUMDes Sumber Anugerah telah memiliki dasar legalitas melalui SK Bupati. Namun, sejumlah administrasi seperti SK pengangkatan pengurus dan struktur organisasi resmi masih perlu dilengkapi.
BUMDes tersebut sebelumnya menjalankan dua unit usaha, yakni ternak kambing dan bengkel motor. Saat ini, hanya usaha ternak kambing yang masih berjalan.
Tim FISIP UHT kemudian mendorong empat langkah utama, yakni peningkatan kompetensi pengelola, standardisasi tata kelola, percepatan legalitas, serta penguatan pemasaran digital.
Selain pembenahan kelembagaan, BUMDes juga didorong mengembangkan potensi ekonomi lokal, termasuk tata niaga hasil tangkapan nelayan dan wisata desa.
Harapannya, BUMDes Sumber Anugerah tidak berhenti sebagai lembaga formalitas, tetapi mampu menjadi motor penggerak Pendapatan Asli Desa (PADes) sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir Gisik Cemandi.
Program ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan komitmen FISIP UHT dalam memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui pendampingan yang berkelanjutan.

