Jakarta,– rlMemo- news.com Presiden RI Prabowo Subianto menyerahkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis kepada Markas Besar TNI dan TNI Angkatan Udara dalam seremoni yang digelar di Base Ops Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5).
Secara simbolis, Prabowo menyerahkan kunci jet tempur Rafale kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Selanjutnya, kunci diestafetkan ke Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono sebagai pemelihara kekuatan alutsista TNI AU.
Terdapat enam Rafale yang ditampilkan di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma. Diketahui, pemerintah Indonesia meneken kontrak pengadaan 42 jet tempur generasi 4.5 produksi Dassault Aviation, Prancis, tersebut.
Selain Rafale, empat pesawat angkut VVIP Falcon 8X juga ditampilkan dalam seremoni tersebut. Sebagai informasi, Falcon 8X juga merupakan produksi Dassault Aviation.
Kemudian, dua unit pesawat multirole A400M produksi Airbus juga digelar di sisi kiri dan kanan Base Ops.
Alutsista yang diserahkan mulai dari jet tempur Rafale beserta senjatanya, radar hingga pesawat angkut.
Satu missile meteor dan enam smart weapon hammer turut dipajang di depan Rafale. Kontrak pengadaan smart weapon hammer dilaksanakan pada September 2023.
Missile meteor atau peluru kendali (rudal) meteor nantinya bisa dipasang di Rafale untuk rudal air to air atau serangan udara ke udara. Sejauh ini, rudal produksi MBDA tersebut telah digunakan Inggris, Jerman, Italia, Prancis, Spanyol, dan Swedia.
Sementara itu, smart weapon hammer juga akan dipasang sebagai senjata Rafale, tetapi untuk air to ground atau serangan dari udara ke permukaan.
Terakhir, satu unit radar Ground Controlled Interception (GCI) juga ditampilkan. Radar GCI merupakan buatan Thales, Prancis. Dalam hal ini, industri pertahanan nasional, PT Len, ikut dilibatkan dalam pembuatan radar GCI. Kontrak pengadaan total 13 unit radar yang ditandatangani pada 2022.
“Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal, sebagai deterrent. Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri,” ujar Presiden Prabowo selepas seremoni.
Dalam seremoni tersebut, Prabowo didampingi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, KSAU Marsekal Mohamad Tonny Harjono, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih seperti Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, hingga Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto. (nma)
