JEMBER, – memonews.com– Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti Markas Batalyon Infanteri 515/UTY/9/2 Kostrad di Kecamatan Tanggul, Jember, Sabtu (13/6/2026). Acara lepas sambut Komandan Batalyon (Danyon) yang biasanya identik dengan kekakuan militer, kali ini mencair dalam kehangatan dan rasa kekeluargaan yang begitu kental.
Tongkat komando resmi berpindah dari Letkol Inf Edy Wibowo kepada Letkol Inf Edy Pramono. Bagi satuan tempur legendaris ini, pergantian pucuk pimpinan bukan sekadar rotasi organisasi biasa, melainkan sebuah estafet pengabdian dalam menjaga keluarga besar Yonif 515.
Dalam sambutan perpisahannya, Letkol Inf Edy Wibowo tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya terhadap loyalitas para prajurit. Dari sekian banyak torehan prestasi, keselamatan anggota dalam setiap medan penugasan adalah hal yang paling disyukurinya.
“Saya bangga sekali karena kita berangkat tugas dalam kondisi lengkap, dan kembali pulang pun tetap lengkap. Ini luar biasa. Tolong, jaga terus nama baik satuan yang kita cintai ini,” ujar Letkol Edy Wibowo dengan suara bergetar menahan haru. Sabtu 13 Juni 2026.
Sebagai manusia biasa, perwira menengah ini juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus jika ada kekhilafan selama ia memimpin. Bagi Letkol Edy, pangkat dan jabatan ada batasnya, namun ikatan persaudaraan sebagai prajurit tidak boleh putus.
Senada dengan itu, Danbrigif 9/DY/2 Kostrad, Kolonel Inf Roliyanto, mengingatkan bahwa esensi seorang pemimpin militer modern adalah hati yang mau mengayomi dan merangkul anak buah.
“Pergantian jabatan adalah hal lumrah untuk pendewasaan organisasi. Terima kasih atas totalitas pengabdian, keringat, dan pengorbanan Letkol Edy Wibowo. Untuk Danyon baru, ingatlah bahwa seorang perwira harus hadir sebagai solusi, dan sayangilah prajuritmu tanpa tebang pilih,” tegas Kolonel Roliyanto memberikan pesan mendalam.
Suasana menjadi semakin hangat saat Danyonif 515 Kostrad yang baru, Letkol Inf Edy Pramono, memperkenalkan diri. Jauh dari kesan kaku, perwira lulusan Akmil 2008 ini justru menyapa keluarga barunya dengan penuh kerendahan hati.
“Saya mohon izin bergabung. Kami ini hanya orang kampung dari Pati, Jawa Tengah. Menjadi Danyon di sini adalah anugerah dan kehormatan yang luar biasa bagi saya,” ungkapnya disambut tepuk tangan hangat dari hadirin.(***)
